HIDUP ISLAMI BERBASIS AL– FATIHAH
Al
Fatihah adalah surat yang begitu mulia yang diturunkan ALLAH. Al
Fatihah berarti “pembuka”,dinamakan juga As Sab’ul Matsani (tujuh yang
berulang) karena selalu dibaca berulang minimal 17 kali dalam sehari
semalam.
Sebagai
seorang muslim tentulah kita harus berusaha untuk menjalani hari- hari
kita dengan hal- hal yang sesuai dengan tuntunan islam. Kebiasaan-
kebiasaan islami berbasis ayat-ayat yang ada dalam surat Al Fatihah,
yaitu :
1. Bismillaahirrohmanirrohiim (dengan Nama ALLAH yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang)
Dapat
diintisarikan bahwa dalam memulai setiap hal harus dengan menyebut asma
ALLAH, bearti kita melakukan hal tersebut harus niat karena ALLAH atau
lillahi ta’ala.
“setiap perkara yang tidak dibuka dengan Bismillaahirrohmaanirrohiim akan terpotong”
2. Alhamdulillahirabbil ‘aalamiin (segala puji bagi ALLAH Tuhan semesta alam)
Kita
harus bersyukur atas setiap hal yang ada pada diri kita, atau setiap
keadaan dan hal yang kita alami. Yakin bahwa semua itu pasti yang
terbaik untuk kita.
3. Arrahmaanirrahiim (Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang)
Mengedepankan dilubuk hati bahwa Allah senantiasa mendahulukan kasih sayangNYa dalam memilih dan menetapkan setiap perkara.
4. Maaliki yaumiddiin (DIA adalah penguasa dihari kemudian)
Senantiasa
mengingat mati, hari kiamat, hari pembalasan. Sehingga apa yang kita
kerjakan harus diorientasikan untuk tujuan akhirat.
5. Iyyaaka na’budu waiyyaaka nasta’iin (hanya kepadaMU kami menyembah dan hanya kepadaMU kami mohon pertolongan)
Tujuan
hidup kita adalah untuk melaksanakan ibadah kepada ALLAH. Ibadah kita
hanya untuk memperoleh perhatian dan penilaian dari ALLAH, bukan dari
manusia.
6. Ihdinasshiraathal mustaqiim (Ya ALLAH, tunjukilah, bimbing dan teguhkan kami dijalan yang lurus)
Perjalanan
hidup kita didunia akan berakhir di titik kematian, maka kita harus
menyiapkan bekal untuk kematian tersebut. Memohon pada ALLAH agar
senantiasa berada dalam petunjuk dan hidayahNYA.
7. Shiraathalladzina
an’amta ‘alaihim ghairilmaghdzuubi’alaihim waladdzoolliin (yaitu jalan
orang-orang yang Engkau beri nikmat pada mereka, bukan jalan orang-orang
yang dimurkai dan bukan pula mereka yang sesat)
Kita
harus bercermin pada orang lain agar kita mendapat pelajaran untuk
memperbaiki diri kita. Bercermin pada orang-orang shalih,
manusia-manusia pilihan ALLAH, lalu meneladani mereka.
WALLAHU ‘ALAM….
0 komentar:
Posting Komentar