Selamat Datang Di Blogg Resmi Jam'iyyah Al Ittihadiyah --- KHUSUS UNTUK BULETIN DA'I AL ITTIHADIYAH ---

Selasa, 14 Mei 2013

Mutiara Hikmah Vol. 56 Edisi Jumadil Awwal1434 H/Maret 2013 Th.ke-6

HIDUP ISLAMI BERBASIS AL– FATIHAH
Al Fatihah adalah surat yang begitu mulia yang diturunkan ALLAH. Al Fatihah berarti “pembuka”,dinamakan juga As Sab’ul Matsani (tujuh yang berulang) karena selalu dibaca berulang minimal 17 kali dalam sehari semalam.
Sebagai seorang muslim tentulah kita harus berusaha untuk menjalani hari- hari kita dengan hal- hal yang sesuai dengan tuntunan islam. Kebiasaan- kebiasaan islami berbasis ayat-ayat yang ada dalam surat Al Fatihah, yaitu :


1. Bismillaahirrohmanirrohiim (dengan Nama ALLAH yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang)
Dapat diintisarikan bahwa dalam memulai setiap hal harus dengan menyebut asma ALLAH, bearti kita melakukan hal tersebut harus niat karena ALLAH atau lillahi ta’ala.
“setiap perkara yang tidak dibuka dengan Bismillaahirrohmaanirrohiim akan terpotong”
2. Alhamdulillahirabbil ‘aalamiin (segala puji bagi ALLAH Tuhan semesta alam)
Kita harus bersyukur atas setiap hal yang ada pada diri kita, atau setiap keadaan dan hal yang kita alami. Yakin bahwa semua itu pasti yang terbaik untuk kita.
3. Arrahmaanirrahiim (Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang)
Mengedepankan dilubuk hati bahwa Allah senantiasa mendahulukan kasih sayangNYa dalam memilih dan menetapkan setiap perkara.
4. Maaliki yaumiddiin (DIA adalah penguasa dihari kemudian)
Senantiasa mengingat mati, hari kiamat, hari pembalasan.  Sehingga apa yang kita kerjakan harus diorientasikan untuk tujuan akhirat.
5. Iyyaaka na’budu waiyyaaka nasta’iin (hanya kepadaMU kami menyembah dan hanya kepadaMU kami mohon pertolongan)
Tujuan hidup kita adalah untuk melaksanakan ibadah kepada ALLAH. Ibadah kita hanya untuk memperoleh perhatian dan penilaian dari ALLAH, bukan dari manusia.
6. Ihdinasshiraathal mustaqiim (Ya ALLAH, tunjukilah, bimbing dan teguhkan kami dijalan yang lurus)
Perjalanan hidup kita didunia akan berakhir di titik kematian, maka kita harus menyiapkan bekal  untuk kematian tersebut. Memohon pada ALLAH agar senantiasa berada dalam petunjuk dan hidayahNYA.
7. Shiraathalladzina an’amta ‘alaihim ghairilmaghdzuubi’alaihim waladdzoolliin (yaitu jalan orang-orang yang Engkau beri nikmat pada mereka, bukan jalan orang-orang yang dimurkai dan bukan pula mereka yang sesat)
Kita harus bercermin pada orang lain agar kita mendapat pelajaran untuk memperbaiki diri kita. Bercermin pada orang-orang shalih, manusia-manusia pilihan ALLAH, lalu meneladani mereka.
WALLAHU ‘ALAM….

0 komentar:

Posting Komentar